Pasien OTG Menolak Isolasi Mandiri, Siap-Siap Tidak Diberikan Layanan Pemerintah Selama Enam Bulan

Ini Tiga Sanksi untuk Pasien OTG Menolak Isolasi Mandiri, Siap-Siap Tidak Diberikan Layanan Pemerintah Selama Enam Bulan

iniPKU.com – Sanksi bagi pasien orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 di Pekanbaru yang menolak untuk isolasi mandiri, mulai dari teguran administrasi, tidak diberikan layanan pemerintah, sampai dijemput paksa oleh petugas Satgas Covid-19.

Peraturan Walikota (Perwako) Pekanbaru Nomor 180 tahun 2020, tentang tentang Pedoman Isolasi Mandiri Pasien Terkonfirmasi Corona Virus Disease 2019, Tanpa Gejala dan Gejala Ringan di Kota Pekanbaru.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy Saragih mengatakan, seiring Peraturan Walikota (Perwako) berlaku juga telah dilakukan sosialisasi Perwako saat ini.
Tahap awal komunikasi dijalin dengan OTG agar timbul kerelaan sendiri untuk menjalani isolasi di fasilitas pemerintah.
“Sosialisasi masih dilakukan, untuk awal ini kita harapkan kesadaran sendiri OTG untuk masuk ke fasilitas pemerintah untuk isolasi,” kata Zaini, Selasa, 20 Oktober 2020, seperti dilansir dari Pekanbaru.go.id 
Dengan adanya Perwako ini, OTG harus menjalani isolasi dibawah pengawasan pemerintah. Karena sudah ada regulasi pedoman OTG menjalani isolasi, serta spesifikasi OTG menjalani isolasi di rumah, beserta sanksinya.
Selanjutnya, pasien OTG nantinya akan diarahkan agar menjalani isolasi di fasilitas yang telah disiapkan pemerintah. Hal itu guna menghindari penyebaran virus terhadap keluarga dekat dan lingkungan sekitar. 
“Setelah ada Perwako ini, petugas di lapangan memiliki payung hukum untuk membawa OTG ke fasilitas pemerintah untuk isolasi, yang menolak ada sanksi tidak mendapat layanan pemerintah selama 6 bulan,” tegasnya. 
Nantinya OTG yang menjalani isolasi di fasilitas pemerintah, pengobatan dan kebutuhan sehari-hari OTG ditanggung oleh pemerintah. 
“Saat ini pihak puskesmas tengah mendata OTG yang menjalani isolasi dirumah masing-masing. Lebih dari 1.000 OTG yang menjalani isolasi mandiri dirumah saat ini,” pungkasnya.
Ada lima tempat isolasi di Pekanbaru yang disiapkan pemerintah bagi OTG, yaitu :
-Rumah Sehat Rusunawa Rejosari yang disiapkan Pemko Pekanbaru. 
-Gedung Bapelkes di Kecamatan Tampan, Gedung Diklat di Jalan Ronggowarsito, Hotel Grand Suka, dan Hotel Mutiara Merdeka yang disiapkan Pemprov Riau.
Berikut Peraturan Walikota (Perwako) Pekanbaru Nomor 180 tahun 2020, tentang tentang Pedoman Isolasi Mandiri Pasien Terkonfirmasi Corona Virus Disease 2019, Tanpa Gejala dan Gejala Ringan di Kota Pekanbaru, pada BAB VIII Sanksi, pasal 9 yang terdiri atas tiga ayat :
(1) Setiap pasien pasien tanpa gejala dan pasien gejala ringan, yang tidak melaksanakan kewajiban isolasi mandiri di fasilitas publik, maupun di rumah sebagaimana diatur dalam peraturan walikota ini, dikenakan sanksi administratif berupa : 
a. teguran tertulis, dan
b. tidak diberikan pelayanan publik selama 6 (enam) bulan.
(2) Khusus bagi Aparatur Sipil Negara yang dinyatakan sebagai pasien tanpa gejala dan pasien gejala ringan yang tidak mau melaksanakan isolasi mandiri, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan hukuman disiplin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(3) Setiap pasien tanpa gejala, dan pasien gejala ringan yang tidak bersedia untuk melakukan isolasi mandiri, dapat dilakukan upaya paksa oleh petugas penegak hukum Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru, bekerjasama dengan TNI/Polri untuk menempatkan yang bersangkutan di tempat isolasi mandiri di fasilitas publik yang disediakan pemerintah daerah.
Sumber Referensi : 
-Pekanbaru.go.id
Peraturan Walikota (Perwako) Pekanbaru Nomor 180 tahun 2020
Sumber Foto : internet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *