Langsung Blusukan, Ini Cara 4 Superhero Ikut Atasi Pandemi Covid-19 Pekanbaru

Langsung Blusukan, Ini Cara 4 Superhero Ikut Atasi Pandemi Covid-19
iniPKU.com – Cara superhero sosialisasikan pencegahan penularan Pandemi Covid-19 di Kota Pekanbaru. Yuk simak apa saja yang dilakukan superhero, yang terdiri dari Spiderman, Superman, Supergirl, dan Gatot Kaca.

Cara Unik Melakukan Sosialisasi di Pasar Tradisional. Ada banyak cara untuk mensosialisasikan dampak Pandemi Covid-19 bagi kesehatan masyarakat. 
Pentingnya mencegah agar virus tidak menular, seperti melakukan social distancing, physcial disatancing, mencuci tangan, dan upaya-upaya preventif lainnya.
Saya juga pernah menuliskan bagaimana cara mensosialisasikan pelaksanaan PSBB di Kota Pekanbaru, kamu bisa baca disini https://www.inipku.com/2020/04/ini-3-cara-sosialisasi-pelaksanaan-psbb-pekanbaru.html
Nah, lantas bagaimana cara keempat superhero yang ada di Kota Pekanbaru melakukan sosialisasi informasi perihal Covid-19 tersebut, yuk baca terus.
Dilansir dari Antaranews.com, Empat superhero atau pahlawan super yang ada di Kota Pekanbaru, yaitu Spiderman, Superman, Supergirl, dan Gatot Kaca, melakukan blusukan di sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru.
Langsung Blusukan, Ini Cara 4 Superhero Ikut Atasi Pandemi Covid-19
Blusukan keempat superhero itu dilakukan pada Kamis, 23 April 2020, superhero membantu untuk mensosialisasikan informasi mengenai Covid-19, membagikan masker, dan memberikan selebaran perihal pencegahan penularan virus Covid-19, kepada pedagang dan warga.
Kegiatan kampanye pencegahan Covid-19 yang dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Provinsi Riau, di Pasar-Pasar Tradisional.
“Sosialisasi dilakukan di tiga titik lokasi pasar tradisional di Kota Pekanbaru, yakni Pasar Agus Salim, Pasar Kodim, dan Pasar Pagi Arengka,” terang Chairul Riski, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Provinsi Riau.
Karena masih banyak warga dan pedagang yang mengabaikan himbauan dan anjuran perihal mengenakan masker dan menjaga jarak sebagai upaya untuk mencegah penularan virus Covid-19.
“Sosialisasinya menyampaikan himbauan Gubernur Riau kepada para pedagang dan pengunjung pasar, menyebarkan brosur Promosi Kesehatan Dinkes Riau tentang waspada COVID-19, dan kegiatan bagi-bagi 300 lembar masker kain,” Jelas Chairul Riski
Chairul Riski berharap kegiatan kampanye tersebut bisa mendorong masyarakat untuk mengikuti imbauan Gubernur Riau mengenai pencegahan penularan COVID-19.
“Gubernur sudah menyampaikan imbauan kepada warga agar selalu mengenakan masker ketika berada atau berkegiatan di luar rumah, tanpa kecuali,” ajaknya
Ternyata, para superhero yang berkostum tersebut, merupakan pegawai Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Provinsi Riau.
Dinas Kesehatan Riau dan Aliansi Mahasiswa Kesehatan Riau melakukan Sosialisasi perihal Covid-19. Masih dikutip dari Antaranews.com, Pemerintah Provinsi Riau kini sedang menggencarkan kegiatan penyuluhan mengenai pencegahan penularan virus corona dipasar-pasar tradisional.
Pada Rabu (22/4), Dinas Kesehatan Riau bersama Aliansi Mahasiswa Kesehatan Riau turun ke sejumlah pasar pagi di Pekanbaru untuk menyampaikan penyuluhan, dan membagikan masker.
“Kita bersama mahasiswa dan mitra Dinas Kesehatan Provinsi Riau sengaja memilih pasar pagi menjadi tempat membagi masker, sekaligus mengedukasi para pedagang dan warga yang berbelanja, karena kita melihat masih banyak pedagang yang berjualan tanpa mengenakan masker,” kata Rozita Rossi, Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Riau.
Rozita Rossi menambahkan, pemantauan di lapangan juga menunjukkan, bahwa masih banyak pedagang pasar yang belum mematuhi aturan mengenai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengendalikan COVID-19 di Kota Pekanbaru.
“Walau Pekanbaru status PSBB, kita masih banyak menemukan para pedagang di pasar pagi yang berjualan tanpa masker, dan tanpa sarung tangan. Kondisi ini cukup miris di tengah wabah COVID-19 di mana Pekanbaru masuk dalam zona merah,” imbuhnya.
Menurut dia, sebagian besar pedagang pasar sebenarnya sudah membawa masker, namun tidak mengenakannya karena berbagai alasan.
“Mereka rata-rata bawa masker, tapi hanya digantungkan di lehernya saja. Alasannya, pakai masker terasa pengap,” katanya.
Sumber Referensi Berita : 1 |

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *